Siwak atau miswak telah digunakan oleh orang babilonia
semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula dikerajaan
islam. Siwak memiliki nama lain disetiap komunitas seperti misalnya di Timur
tengah disebut dengan Miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut Miswak dan
di Pakistan dan di India disebut dengan Datan. Penggunaan Miswak berasal dari
tanaman yang berbeda-beda setiap negri. Meskipun siwak sebelumnya telah
digunakan dalam berbagai macam kultur dan budaya diseluruh dunia, namun
pengaruh penyebaran agama islam dan penerapannya untuk pembersihan gigi yang
paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyataan nya telah umum dipake
selama masa keNabian Nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 Masehi.
Siwak terus digunakan hampir diseluruh bagian timur tengah, Pakistan, Nepal,
India, Afrika dan Malaysia khususnya didaerah pedalaman. Sebagian besar mereka
menggunakannya karena factor religi, budaya dan social. Umat islam ditimur
tengah dan sekitarnya menggunakan siwak minimal 5 kali sehari, disamping mereka
juga mereka menggunakan sikat gigi biasa.
B. Pengertian Siwak
Menurut wikipedi Siwak atau miswak adalah
dahan atau akar dari pohon salvadora persica yang digunakan untuk membersihkan
gigi, gusi, dan mulut. Semua dahan atau akar pohon apa saja boleh digunakan
untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, ysitu lembut, sehingga bstang atau
akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak
gusi dan email gigi.bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah
sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk
bersiwak,seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak
sehingga bisa mengotori mulut.
C. Hurkum Bersiwak
Hukumbersiwak
adalah sunnah muakkadah karena anjuran rasulullah dan kesenantiasaan dia
melakukannya dan kecintaan dia serta ajakan dia kepada siwak tersebut.
D. Faedah Bersiwak
Siwak
merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki fadah yang banyak baik bersifat
keduniaan maupun bersifat akhirat. Faedah keduniaannya adalah berupa kebersihan
mulut, sehat, dan putuhnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain.
Sedangkan faedah keakhiratan adalah ittiba kepada rasulullah dan mendapatkan
keridhaan dari allah.
Fakta
ilmiah dari siwak antara lain :
-
Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin
terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard
didalamnya yang merupakan subtansi antibacterial acids.
-
Kandungan kimia seperti klorida, potassium,
sodium bicarbonate, fluoride, silica, sulfur, vitamin C, trymethyl
amino,salvadorine, tannis, dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk
membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.
E. Dalil-dalil bersiwak
-
Dari Ali bin Abi Thalib, rasallulah bersabda
“sesungguhnya seseorang hamba bila
bersiwak lalu berdiri melakukan
sholat, maka berdirilah seorang malaikat dibelakangnya lalu mendengarkan
bacaannya dengan seksama kemudian dia mendekatinya ( atau dia mengucapkan
kalimat seperti itu ) hingga malaikat itu meletakan mulutya diatas mulut orang
yang membaca al-quran, maka tidaklah keluar dari mulutnya bacaan al-quran itu
melainkan langsung keperut malaikat, oleh sebab itu bersihkanlah mulut-mulut
kalian untuk membaca al-quran.
4
-
Dikeluarkan oleh Abdullah bin al-Mubarak dalam
kitabnya az-Zuhd no.1211, al-Mundziri dalam at-Targhiib dan at-tarhiib dan
al-Albani berkata: Hasan shahih ( shahih at-Tarhiib no.215)
-
“ siwak merupakan kebersihan mulut dan keridhoan
bagi Rob “ ( HR: Ahmad, irwaul golil no.66[shohih])
-
“kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka
akanku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu “ (HR: Bukhori dan
Muslim, irwaul golil no.70)
-
“kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka
akanku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat “ (HR: Bukhori dan
Muslim, irwaul golil no.70)
-
“ aku bertanya kepada Aisyah : “ apa yang
dilakukan pertama kali oleh Rasullulah jika dia memasuki rumahnya ?” dia
menjawab “ bersiwak” ( HR : Muslim, Irwaul golil no.72)
-
Dari Abu Musa Al-Asy ‘ari berkata , yang artinya
:” aku mendatangi nabi dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah dan
ujung siwak pada lidahnya dan dia ambil sambil berkata “ uh-uh “. Dansiwak
berda padamulutnya seakan-akan dia muntah”. (HR: Bukhori dan Muslim)
-
Dari Aisyah berkata, yang artinya :” aku melihat
Rasullullah memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa dia menyukainya,
lalu aku berkata :” aku ambilkan siwak tersebutuntuk engkau?” maka Rasullulah
mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk) yaitu tanda setuju” (HR: Bukhori
dan Muslim)
F. Cara Rasulullah SAW Bersiwak :
1.
Berdoa sebelum bersiwak, salah satu doa yang
dicontohkan Rasulullah SAW adalah : “allahuma thahhair bissiwaak asnaani, wa
qawwi bihi Litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy” yang artinya “wahai Allah
sucikanlah gigi dan mulutku dengan siwak, dan kuatkanlah gusi-gusiku, dan
fashihkan lidahku”
2.
Memegang siwak dengan tangan kanan atau tangan
kiri ( ada perbedaan pendapat tentang ini ) dan meletakkan jari kelingking dan
ibu jari dibawah siwak, sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk
diletakkan di atas siwak.
3.
Bersiwak dimulai dari jajaran gigi atas-tengah,
lalu atas-kanan, lalu bawah-kanan, lalu bawah-tengah, lalu atas- tengah, lalu
atas-kiri, lalu bawah-kiri. Jadi seperti angka 8 yang ditulis rebah
4.
Langkah ketigadiatas dilakukan tiga kali putaran
5.
Selesai bersiwak, mengucapkan hamdallah,
“Alhamdulillah”.
Kapan saja waktu bersiwak ?
Rasulullah mencontohkan waktu-waktu utama bersiwak adalah sebagai berikut :
1.
Hendak berwudlu dan shalat
2.
Ketika akan memasuki rumah
3.
Ketika bangun tidur
4.
Ketika sedang berpuasa ( shaum)
5.
Ketika hendak membaca al-Qur’an
Beberapa hal lain yang pernah Rasulullah SAW contohkan tentang bersiwak :
1. Cucilah
siwak sebelum menggunakan dengan air bersih
2. Sebelum
digunakan, sebaiknya siwak diperbaiki atau diperbagus terlebih dahulu
3. Boleh
menggunakan siwak orang lain setelah dibersihkan
4. Bersungguh-sungguhlah
ketika bersiwak
5. Boleh
bersiwak dihadapan orang ( tidak harus sembunyi-sembunyi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar