Selasa, 03 November 2015

Siwak




A.Sejarah Siwak
               
Siwak atau miswak telah digunakan oleh orang babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula dikerajaan islam. Siwak memiliki nama lain disetiap komunitas seperti misalnya di Timur tengah disebut dengan Miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut Miswak dan di Pakistan dan di India disebut dengan Datan. Penggunaan Miswak berasal dari tanaman yang berbeda-beda setiap negri. Meskipun siwak sebelumnya telah digunakan dalam berbagai macam kultur dan budaya diseluruh dunia, namun pengaruh penyebaran agama islam dan penerapannya untuk pembersihan gigi yang paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyataan nya telah umum dipake selama masa keNabian Nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 Masehi. Siwak terus digunakan hampir diseluruh bagian timur tengah, Pakistan, Nepal, India, Afrika dan Malaysia khususnya didaerah pedalaman. Sebagian besar mereka menggunakannya karena factor religi, budaya dan social. Umat islam ditimur tengah dan sekitarnya menggunakan siwak minimal 5 kali sehari, disamping mereka juga mereka menggunakan sikat gigi biasa. 

B. Pengertian Siwak
                 Menurut wikipedi Siwak atau miswak adalah dahan atau akar dari pohon salvadora persica yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi, dan mulut. Semua dahan atau akar pohon apa saja boleh digunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, ysitu lembut, sehingga bstang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi.bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk bersiwak,seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak sehingga bisa mengotori mulut.
                                                       
C. Hurkum Bersiwak
                Hukumbersiwak adalah sunnah muakkadah karena anjuran rasulullah dan kesenantiasaan dia melakukannya dan kecintaan dia serta ajakan dia kepada siwak tersebut.

D. Faedah Bersiwak
                Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki fadah yang banyak baik bersifat keduniaan maupun bersifat akhirat. Faedah keduniaannya adalah berupa kebersihan mulut, sehat, dan putuhnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain. Sedangkan faedah keakhiratan adalah ittiba kepada rasulullah dan mendapatkan keridhaan dari allah.
                Fakta ilmiah dari siwak antara lain :
-          Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard didalamnya yang merupakan subtansi antibacterial acids.
-          Kandungan kimia seperti klorida, potassium, sodium bicarbonate, fluoride, silica, sulfur, vitamin C, trymethyl amino,salvadorine, tannis, dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi.

E. Dalil-dalil bersiwak
-          Dari Ali bin Abi Thalib, rasallulah bersabda “sesungguhnya seseorang hamba bila  bersiwak  lalu berdiri melakukan sholat, maka berdirilah seorang malaikat dibelakangnya lalu mendengarkan bacaannya dengan seksama kemudian dia mendekatinya ( atau dia mengucapkan kalimat seperti itu ) hingga malaikat itu meletakan mulutya diatas mulut orang yang membaca al-quran, maka tidaklah keluar dari mulutnya bacaan al-quran itu melainkan langsung keperut malaikat, oleh sebab itu bersihkanlah mulut-mulut kalian untuk membaca al-quran.

4
-           Dikeluarkan oleh Abdullah bin al-Mubarak dalam kitabnya az-Zuhd no.1211, al-Mundziri dalam at-Targhiib dan at-tarhiib dan al-Albani berkata: Hasan shahih ( shahih at-Tarhiib no.215)
-          “ siwak merupakan kebersihan mulut dan keridhoan bagi Rob “ ( HR: Ahmad, irwaul golil no.66[shohih])
-          “kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akanku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu “ (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no.70)
-          “kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akanku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat “ (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no.70)
-          “ aku bertanya kepada Aisyah : “ apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasullulah jika dia memasuki rumahnya ?” dia menjawab “ bersiwak” ( HR : Muslim, Irwaul golil no.72)
-          Dari Abu Musa Al-Asy ‘ari berkata , yang artinya :” aku mendatangi nabi dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah dan ujung siwak pada lidahnya dan dia ambil sambil berkata “ uh-uh “. Dansiwak berda padamulutnya seakan-akan dia muntah”. (HR: Bukhori dan Muslim)
-          Dari Aisyah berkata, yang artinya :” aku melihat Rasullullah memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa dia menyukainya, lalu aku berkata :” aku ambilkan siwak tersebutuntuk engkau?” maka Rasullulah mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk) yaitu tanda setuju” (HR: Bukhori dan Muslim)

F. Cara Rasulullah SAW Bersiwak :
1.       Berdoa sebelum bersiwak, salah satu doa yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah : “allahuma thahhair bissiwaak asnaani, wa qawwi bihi Litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy” yang artinya “wahai Allah sucikanlah gigi dan mulutku dengan siwak, dan kuatkanlah gusi-gusiku, dan fashihkan lidahku”
2.       Memegang siwak dengan tangan kanan atau tangan kiri ( ada perbedaan pendapat tentang ini ) dan meletakkan jari kelingking dan ibu jari dibawah siwak, sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk diletakkan di atas siwak.
3.       Bersiwak dimulai dari jajaran gigi atas-tengah, lalu atas-kanan, lalu bawah-kanan, lalu bawah-tengah, lalu atas- tengah, lalu atas-kiri, lalu bawah-kiri. Jadi seperti angka 8 yang ditulis rebah
4.       Langkah ketigadiatas dilakukan tiga kali putaran
5.       Selesai bersiwak, mengucapkan hamdallah, “Alhamdulillah”.
    Kapan saja waktu bersiwak ? Rasulullah mencontohkan waktu-waktu utama bersiwak adalah sebagai berikut :
1.       Hendak berwudlu dan shalat
2.       Ketika akan memasuki rumah
3.       Ketika bangun tidur
4.       Ketika sedang berpuasa ( shaum)
5.       Ketika hendak membaca al-Qur’an
 
Beberapa hal lain yang pernah Rasulullah SAW contohkan tentang bersiwak :
1.       Cucilah siwak sebelum menggunakan dengan air bersih
2.       Sebelum digunakan, sebaiknya siwak diperbaiki atau diperbagus terlebih dahulu
3.       Boleh menggunakan siwak orang lain setelah dibersihkan
4.       Bersungguh-sungguhlah ketika bersiwak
5.       Boleh bersiwak dihadapan orang ( tidak harus sembunyi-sembunyi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar