Jumat, 06 November 2015

Become Love



Tak ada manusia yang seambisius Tara, ia percaya bahwa semua yang dia inginkan akan dia miliki akhirnya. Dia percaya bahwa harapan adalah awal dari semua kesuksesan.Tara dengan semua impiannya yang tak pernah kenal lelah adalah seorang pempuitiis yang ulung, mungkin ini juga yang membuatnya tetap kembali terbangun sekalipun keadaan berulang kali menjatuhkannya. Ia muntahkan semua kesakitannya dalam sebuah puisi.
Sedangkan aku, kebalikan dari Tara. Aku si manusia pesimis yang hanya mengandalkan logika dan tak punya kepercayaan diri akan semua mimpiku. Bahkan aku sendiri pun bingung apa aku punya mimpi? Hidupku selalu statis, kerja dan dapet duit, hanya itu. Tapi semuanya berubah semenjak aku mempunyai mimpi. Dan tara lah yang mengajariku bermimpi.
“Alpin apa kamu punya mimpi ?” Tanya Tara padaku sore itu.  Sore hari adalah kebiasaan kami menghabiskan waktu setelah seharian berperang dengan waktu. Berbagi cerita apa yang seharian menimpa diri kita masing-masing,
Mimpi, aku tidak berani bermimpi tara. Lagian untuk apa aku bermimpi. Hidupku sudah diatur. Aku sudah memiliki pekerjaan tetap, aku memiliki sahabat seperti mu. Itu sudah cukup. Saat itu inilah jawaban atas pertanyaan tara yang ada dikepalaku.
Tapi sekarang bagiku itu adalah jawaban terbodoh yang bisa-bisanya nyangkut dikepalaku. Tara seandaynya dulu aku bisa menjawab dengan benar apa mimpiku dan aku bisa mewujudkannya. Sekarang aku akan memberitahu apa mimpiku Tara. Mimpiku adalah mimpimu, apapun yang kau inginkan itu adalah mimpiku, mimpiku melihatmu selalu tersenyum, mimpiku melihatmu berhasil mewujudkan semua harapanmu. Mimpiku bisa selalu ada disampingmu, menjagamu, apapun yang berhubungan denganmu adalah mimpiku.
…………
Tara sekarang bukan seperti tara yang dulu, semuanya gara-gara lelaki brengsek itu. Malam ini lagi-lagi tara menangis dihadapku. Aku benci melihatnya.. aku benci melihat tara menangis. Sangat benci bahkan..
“Sekarang apa yang aldo lakuin sama kamu?” “Kenapa sih dia bisa banget bikin kamu nangis?” Tanya ku, tara tahukah kamu aku yang paling sakit saat melihatmu terluka..
Tara masih terisak..
‘Dia selingkuh lagi ?” tebakku..
Tara hanya mengangguk.. sambil masih terisak.
Udah sih ra, kenapa kamu gak tinggalin aja! Lihat aku disini. Lupain lelaki brengsek itu. Aku ada disini tara aku yang menyayangimu. Lupakan semuanya kembali seperti dulu, aku muak melihatmu terus begini.
“ra, kenapa ga kamu akhiri aja sih?, udah jelaskan dia ga serius sama kamu!”
“aku sayang sama dia al” katanya ditengah isakannya.
Hatiku sakit teramat sakit saat mendengar bahwa tara sayang, begitu sayangnya pada lelaki brengsek yang hanya bisa membuatnya menangis..
“terus sekarang mau gimana ? mau kapan kamu gini terus ra’?” Tanya ku lelah.. lelah pada keadaan, lelah melihat tara gadis yang kusayang terus terluka. Bisa kalian bayangkan bukan betapa sakitnya aku ?
“aku gatau gimana al.. aku sayang sama dia. Tapi mungkin benar aku harus lupain dia.. “
Aku terkejut mendengar ucapannya, aku menatap matanya yang sembab..
“apa yang terjadi ra? Aku tau kamu ga akan semudah itu ngelepasin dia. Jika alasan kamu Cuma lelah kamu pasti udah lepasin dia dari dulu, aku tau kamu lelah dari dulu tapi kamu tetap bertahan. Dan aku tau itu bukan alasan kamu untuk lepas ia kan ?” Tanya ku menatap wajahnya..
“dia selingkuh al, dan selingkuhannya sekarang hamil … “ ucapnya singkat dan dibuat agar tak terdengar menyakitkan…
Tara bodoh! Sekalipun kamu mengucapkannya dibuat biasa saja tapi aku tau, itu semua menyakitkanmu.. sangat menyakitkanmu.. dan lagi-lagi aku harus mengecap racunnya dari kesedihanmu yang sibrengsek itu buat.
“sabar ya ra! Aku tau ini semua pasti berat buat kamu. Jangan sedih, aku akan selalu ada di sini. Buat kamu” ucapku sungguh-sungguh. Tara tersenyum.. senyum dalam kepedihan..

…………………………….
Aku muak mendengarkan ceritamu yang hanya berporos padanya
Aku muak melihatmu menyanyikan lagu saat sedang merindukannya
Aku muak! kau memberikan seluruh taman hatimu hanya untuknya
Sementara aku disini..
Aku disini hanya bisa menunggu..
Menunggu sampai kau sadar aku ada disisimu
Menunggu sampai kau tau aku begitu menyayangimu…
Sampai kapan ra’
Sampai kapan aku harus menunggumu…
Sampai kau sadar aku ada dan nyata
Sampai kau sadar saat aku sudah tak ada lagi..

“hoi alpin” tara mengagetkanku “lagi apa lu?”
“heii.. engga, gue lagi ngga ngapa-ngapain” tara mengambil buku catetanku..
Aku mencoba menghindarinya tapi ia lebih cepat..
“nulis apa sih?” katanya, membuka buku itu. Ia membacanya..
“ra’ ?”
Tara diam beberapa saat.. “al! lu suka sama gue ?”
Aku ngga bisa jawab, hanya bisa menatapnya…
“kenapa lu suka sama gue?” aku masih diam
“al jawab!” desaknya…
Aku menatap matanya “ emang kalo suka seseorang harus punya alasan ya?”
“aku ngga punya alasan ra, kenapa aku menyukaimu.. yang aku tau apapun yang akan membuatmu bahagia akan aku lakukan.. gue gasuka liat lu ngeluarin airmata”
“gue gabisa al, lu tau gue suka sama siapa?”
“gue tau lu suka sama aldo, terus lu masih mau nungguin aldo. Gue gapeduli lu mau nunguin dia sampe berabad-abad juga gue gapeduli ra! Yang gue tau gue suka sama elo udah titik.”. Tara terdiam
“ra! Ikutlah pergi sama gue, gue janji gue gabakal ngekang elu.. lu bebas mau ngelakuin apa aja.. “
“gue gabisa al, gue harus pergi ” ucapnya sambil berlalu meninggalkanku
Aku tatap punggungnya pergi menjauh dariku, ada rasa sesak didada
                                                                                ………………………………..

Aku merindukan tara, sudah hampir satu tahun aku tak berjumpa dengannya. Entah, sejak kejadian malam itu, tara menjadi susah dihubungi, dia juga susah untuk ditemui. Jujur, sebagian dari diriku menyesal : seharusnya tara tak usah mengetaui persaanu padanya. Seandaimya dulu Tara tidak tau perasaanku padanya, mungkin, saat ini aku masih bersama dia, menghabiskan sisa senja bersama seperti dulu, betapa aku merindukan saat-saat itu. Kerinduan hadir saat hal yang menjadi kebiasaanmu tak lagi terjadi..
Tara itu sudah menjadi poros hidupku, dia adalah matahariku. Bersamanya aku akan baik-baik saja bagaimanapun keadaan menghampiriku, tapi tampanya aku kehilangan keseimbangan, aku gelap, dan hidupku menjadi tak baik-baik saja.

“jangan menjauh dariku tara, biarkan aku mencintaimu. Dan kubiarkan kau mencintai orang lain. Bukankah cinta sesederhana itu. Tapi aku mohon jangan pernah menjauh dariku. Aku tak menyukai hal itu”

“Tara, aku hanya ingin cintaku padamu tak terusik, biarkan ia hidup. Sekalipun kau tak pernah merawatnya. Biarkan ia menari diatas serpihan kaca. Cintaku mungkin akan terluka.. tapi sungguh ia akan bahagia. Selama ia masih bisa melihatmu”

 And I will love you, baby.. always …

Sayup-sayup terdengar lagu bon jovi – always. “ra, kamu dimana ? aku merindukanmu’  tak terasa air mata menetes dari mataku, serapuh ini kah aku tampa tara ? selemah inikah ?
Sebagian orang menganggap bahwa air mata itu pertanda kekuatan, tapi aku merasa air mata itu kelemahan, betapa lemah dan tak berdayanya aku tanpa tara.
 
…………………………………….
   “Alpin, sore ini kamu sibuk engga ? bisa ketemu? Aku tunggu di café biasa ya al, Tara”
Aku membaca pesan itu berkali-kali, mimpikah aku? Setelah sekian lama menghilang tiba tiba dia mengirim messege dan mengajak bertemu..
 Pukul 15.00, aku sudah stand by di café yang dijanjikan tara. Rasanya … ah entahlah sulit dijelaskan.. seperti aku jatuh  cinta kembali.. atau seperti aku akan terlahir kembali…
15.35 .. tara masih belum muncul.. aku mulai cemas … aku mencoba untuk tetap berpikiran positif, mungkin tara terjebak macet..
Pukul 16.20… aku sudah bena-benar cemas, mungkinkah tara akan datang, aku mengecek kembali pesan dihandphone, memastikan bahwa disana benar-benar ada pesan dari tara..
“Tara? Kamu dimana?” send..
16.55… masih tak ada balasan..
Sepertinya tara memang tak akan datang, lemas rasanya badanku.. aku lihat jam berkali-kali..  aku putyskan untuk menunggunya 5menit lagi, bila tara belum datang juga aku akan pulang saja dan melupakannya, mencoba untuk tak menemuinya lagi…
17.00 lima menit sudah berlalu… aku kecewa, tara masih belum datang..  aku memutuskan pulang saja.
“alpiin !! “  
Aku menoleh kearah sumber suara..
“Tara..”
Tara menghampiriku “maaf ya aku telat” ia tersenyum
Aku balas tersenyum “udah lama ya nunggu? Pasti bête”
“engga koq, belum lama ini. Kamu apa kabar?
“aku baik, lebih baik dari kemarin” tersenyum..
“alpin”
“iya kenapa ra?”
“apa kamu masih suka sama aku?” tanyanya tanpa ku duga
“aku selalu menyukaimu, sekalipun kau menyukaiku ataupun tidak”
“aku sudah memikirkannya, aku pikir ga ada salahnya aku mencoba.. kamu benar aku bodoh jika aku masih menunggu orang yang sudah punya kehidupan”
“jadi maksud kamu’
Tara menatap mataku lalu tersenyum…
“ra.. jadi maksud kamu kamu mau jadi teman hidupku ?” Tanya ku gugup
Tara tersenyum lalu mengangguk…
“maaf membuatmu menunngu begitu lama al, maaf juga aku telat mengetahui bahwa ada seseorang disampingku yang begitu menyukaiku…
                                                                                …………………………….
“mencintai seseorang berarti melepaskannya, membebaskannya karena cinta adalah pembebasan bukan pengekangan, mencintai seseorang bukan bearti kita harus memilikinya.. Karena pada akhirnya cinta sendiri yang akan membawanya kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar