Rabu, 11 November 2015

Panggil Saya Seorang Pemimpi



Aku selalu dibuat-Nya bingung, apa yang sebenarnya dia akan berikan. Kenapa harus menjatuhkan dulu hanya untuk meninggikan.. ?? katanya ini proses untuk menguatkan..
Semakin hari aku semakin bingung dengan hal yang terjadi. Semua yang dulu ada sedikit demi sedikit menghilang. Aku tak mengerti apa sebabnya. Tapi semuanya berbeda dengan seiring waktu. Dunia orang dewasa itu tidak seindah dan senyaman yang dibayangkan. Dunia orang dewasa tidak peka terhadap rasa, betapa tidak enaknya tersenyum hanya karna alasan. Bisa kau bayangkan bukan?
Hari ini harapanku telah kembali terjatuh, sakit memang.. tapi yang paling sakit itu karena lagi-lagi aku gagal membuktikan bahwa aku bisa. Aku layaknya orang gila tertawa lalu menangis.. betapa lucu cara tuhan mempermainkan hati para manusianya. Ahh apa ini sebuah permainan atau cara tuhan mengatakan bahwa semua harapanmu tak bisa kau tentukan sendiri. Aku kadang bingung, kenapa manusia harus diberi harapan jika semua yang akan terjadi sudah diatur oleh-Nya ? betapa harapan bisa menjadi obat sekaligus racun bagi setiap manusia .. et tapi tunggu dulu! Bukan berarti aku menyuruh kalian untuk tidak berharap.. jangan, jangan sampai kalian kehilangan harapan. Harapan membuat kalian masih bisa bertahan sampai saat ini. Bukan begitu? Perihara teruslah harapan itu, jangan pernah melepaskannya. Karena jika kau kehilangan harapan sakitnya akan berkali lipat dari pada kau di kecewakan harapan.
Kalian tau, semakin dewasa semakin kita jarang melihat senyum ketulusan dari manusia-manusia yang kita jumpai, perasaan orang dewasa itu lapuk dimakan jaman. Mereka terlalu sibuk dengn pekerjaan dan semua hal yang membuat mereka lupa bahwa senyuman tanpa alasan dengan sebuah keiklasan adalah obat luka paling mujarab. Hal ini pula yang membuat aku bertekad tak boleh lehilangan harapanku. Aku tau memang takan mudah. Tapi apapun dan bagaimana pun caranya aku akan berjuang untuk mewujudkan impianku. Dunia ini harus dibuat damai! Dan keadilan harus selalu di tegakkan. Sekalipun aku tau bahwa takan mudah untuk mewujudkannya, aku hanya berharap  Semoga saja umurku cukup untuk mewujudkannya.
. Semua manusia dijaman ini sebagian adalah budak-budak harta. Bahkan diantara mereka ada yang menghalalkan segara cara untuk mendapatkan uang termasuk meminum darah sodaranya sendiri. Betapa mengerikan bukan. Coba bayangkan jika manusia mengutamakan kekuatan cinta dari pada kecintaannya akan harta apa yang akan terjadi didunia ini ? damai bukan.. sungguh indahnya.
Semua manusia dijaman ini juga adalah pengumpat yang ulung, kenapa dikatakan ulung. Karena mereka mengumpat orang dari berbagai kalangan entah para pemimpin, tetangga, orang asing, atau kadang keluarga sendiri. Kenapa harus mengumpat orang ? jawabannya karena… karena mereka perlu pembanding untuk membandingkan bahwa merek lebih unggul dari pada manusia yang mereka umpat. Haha… biar kuberi tahu.. jika kamu menanyakan kepadaku mana yang lebih baik, biar ku katakan tiada yang lebih baik diantara kalian. Ingat! Jangan pernah merasa paling benar, paling suci, dan paling segalanya karena semua manusia itu sama. Hanya tuhan yang bisa membedakannya.
Dan hidup ini bukan cuma sekedar meyoal diri sendiri, dan keluarga. Tapi  masih ada alam sekitar, keadilan yang harus diperjuangkan dan banyak hal besar lainnya yang sedang menunggu. Termasuk sebuah kedamaian di dunia ini. Sebut aku seorang pemimpi. Atau hina aku dengan ejekan seorang penghayal, tapi aku harap suatu saat nanti kau akan bergabung disini dengan ku membela hak-hak mereka yang terambil secara paksa. Menebarkan cinta dan membunuh semua kebencian di atas bumi ini agar suatu hari nanti bisa tercapai kedamaian yang selalu ada didunia ciptaanku. Jika ini pun tak bisa membuat seluruh dunia menjadi damai maka aku minta matikan aku sebelum perang itu terjadi. Karena aku takan bisa melihat darah berceceran dan keadilan yang diambil secara paksa.
Berhenti mentertawaiku sebelum kamu menangis mengharapkan keadilan dan kedamaian saat satusatunya cinta yang kau punya terenggut secara paksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar