Aku melihat yang tak mereka lihat..
Aku melihat yang tak mereka
lihat..
Seorang nenek tua datang padaku menceritakan ketidakadilan yang
didapatnya di negri ku yang tercinta ini…
Ia bercerita bahwa ia telah dihukum..
Dengan tuduhan pencurian..
Oleh seorang nyonya kaya..
Yang setiap harinya tak pernah merasakan kelaparan..
Lalu aku bertanya pada sang nenek ?
Hukuman apa yang nenek dapatkan..
Membayar denda sekian juta..
Dan hukuman bui ..
Mari melihat kebelakang…
Nenek tua yang mencuri buah jagung..
Hanya dua buah…
Itupun ia lakukan karena terpaksa…
Akibat tak kuat menahan lapar..
Yang mendera perut dan tak berdaya…
Siapakah yang pantasnya dihukum ?
Si nenek tua yang mencuri hanya karena lapar?
Atau si nyonya kaya yang tak memiliki rasa kemanusiaan?
Keadilan macam apakah yang ditegakan oleh hakim di negaraku ini?
Inikah hukum itu…
Esok harinya …
Seorang gadis manis datang kepadaku…
Ia datang sambil menangis terisak…
Akupun bertanya padanya..
Kenapa menangis ? apa yang terjadi ?
Ia bercerita …
Ia bercerita bahwa ia baru saja ditinggalkan oleh pacarnya..
Pacarnya pergi dengan wanita lain..
Ia semakin terisak..
Aku menenangkannya dan mengatakan padanya…
‘sudah iklaskan.. toh kalian hanya baru pacaran’
Ia semakin terisk.. ia menggeleng kan kepalanya…
Ia berkata.. ‘tidak bisa..
‘aku tidak bisa mengiklaskannya..
Aku heran.. mengapa tidak bisa ?
Sembari mengusap air matanya gadis itu berkat dengan lirih..
‘ karena kehormatanku sudah bersama dia’
Hatiku menangis…
Inikah moral pemuda (i) negaraku…
Lebih mementingkan kesenangan semata..
mereka bertindak seperti tidak memiliki agama..
Akan seperti apakah nasib negaraku jika penerus bangsanya sudah tidak
bermoral…
Lalu, suatu ketika…
Seorang saudagar kaya datang kepadaku..
Ia mengeluhkan hidupnya…
Ia berkata mobilnya kurang bagus dan tidak kekinian..
Ia berkata bahwa hasil panennya hanya 2 kwintal..
Ia berkata rumahnya tidak megah..
Ia berkata makanan yang ia makan kurang enak..
Semuannya ia keluahkan..
Aku muak mendengarnya…
Tak sadarkah ia..
Tak ada yang harus ia keluhkan lagi dalam hidupnya..
Ia memiliki mobil untuk berpergian…
tak tahukah dia…
sementara orang lain menaiki
kendaraan umum dengan penuh sesak..
Hasil panennya hanya 2 kwintal..
tak lihatkah dia…
bahwa di belahan bumi sana ada
segelintir orang ..
tidak panen karena kekeringan
yang melanda daerahnya berbulan-bulan..
Rumahnya tidak megah…
tidak peka kah dia…
diluar sana ada orang-orang yang
tidak memiliki rumah…
mereka hidup diselimuti langit dan beralaskan tanah…
Makanan yang ia makan kurang enak…
tidak sadarkah dia…
di luar sana ada orang-orang yang berhari-hari tidak makan..
mereka kelaparan dan sangat mengharapkan mendapatkan makan…
Tidak sadarkah dia dengan apa yang ia miliki… apa yang harus ia
keluhkan lagi ?
Tidak bisakah ia bersyukur dengan apa yang ia milikinya..
Aku bersedih mendengar cerita ketiga orang itu…
Inikah negriku yang katanya indah dan makmur…
Inikah negriku dengan segala kefanaanya…
Aku melihat hal yang tak mereka lihat di negriku ini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar