Kamis, 03 Maret 2016

Sesuatu yang Terlambat Disadari



Aku ingin berhenti memikirkannya. Mulai saat ini aku ingin mencoba untuk melupakannya, melupakannya sebisa yang aku bisa, menghilangkannya setiap inci kenangan tentangnya dalam memori ingatanku. Menghapus senyum indahnya dari setiap mimpi malamku..
                Aku tahu aku yang salah memulainya lebih dulu, aku pun tahu untuk beberapa waktu dibelakang dia masih ada menungguiku dengan setianya. Aku menyesalinya ? yaa bodoh jika aku tidak menyesal atas apa yang sekarang terjadi padaku..
                Dia, dia perempuan yang sangat begitu mencintaiku dengan caranya yang tak pernah aku hargai sedikitpun, dia perempuan dengan sejuta kesetiaan yang begitu tabah, dia perempuan yang selalu menunggu kepulanganku walau pun kepulanganku bukan untuknya dan kedatanganku hanya persinggahan sementara. Dia perempuan yang tak pernah lelahnya mendoakan ku meskipun setiap doanya tak pernah aku amini..
                Aku bodoh ? yaa kau benar.. aku manusia paling bodoh yang sudah menyiakannya begitu saja hanya karena dia tidak seperti kebanyakan perempuan lainnya. Dia selalu menggeraikan rambutnya dan sangat jarang sekali diikat, dia tidak menyukai memakai rok seperti kebanyakan perempuan lainnya, ia tak  pernah memakai make up setiap kali akan pergi denganku. Dia selalu tampil sederhana atau mungkin sangat sederhana dimataku. Dia perempuan yang sangat pendiam. Tak pernah memulai sesuatu lebih dulu. Aku benci padanya, pada sikapnya yang diam, pada caranya berpakaian, pada wajahnya yang polos, dan pada matanya yang sayu..
                Dan saat ini  perempuan itu sudah pergi, ia memutuskan pergi meninggalkanku dan berhenti menungguiku. Ada lelaki lain yang mencintainya seperti halnya dia mencintaiku. Aku kehilangan dia, sekaligus kehilangan cintanya.. dan sekarang aku patah hati, patah hati pada hal yang aku benci sekaligus yang aku sangat aku sayangi, aku hanya terlambat menyadari perasaan ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar