Aku ingin berhenti memikirkannya. Mulai saat ini aku ingin
mencoba untuk melupakannya, melupakannya sebisa yang aku bisa, menghilangkannya
setiap inci kenangan tentangnya dalam memori ingatanku. Menghapus senyum
indahnya dari setiap mimpi malamku..
Aku tahu
aku yang salah memulainya lebih dulu, aku pun tahu untuk beberapa waktu
dibelakang dia masih ada menungguiku dengan setianya. Aku menyesalinya ? yaa
bodoh jika aku tidak menyesal atas apa yang sekarang terjadi padaku..
Dia,
dia perempuan yang sangat begitu mencintaiku dengan caranya yang tak pernah aku
hargai sedikitpun, dia perempuan dengan sejuta kesetiaan yang begitu tabah, dia
perempuan yang selalu menunggu kepulanganku walau pun kepulanganku bukan
untuknya dan kedatanganku hanya persinggahan sementara. Dia perempuan yang tak
pernah lelahnya mendoakan ku meskipun setiap doanya tak pernah aku amini..
Aku
bodoh ? yaa kau benar.. aku manusia paling bodoh yang sudah menyiakannya begitu
saja hanya karena dia tidak seperti kebanyakan perempuan lainnya. Dia selalu
menggeraikan rambutnya dan sangat jarang sekali diikat, dia tidak menyukai
memakai rok seperti kebanyakan perempuan lainnya, ia tak pernah memakai make up setiap kali akan pergi
denganku. Dia selalu tampil sederhana atau mungkin sangat sederhana dimataku.
Dia perempuan yang sangat pendiam. Tak pernah memulai sesuatu lebih dulu. Aku
benci padanya, pada sikapnya yang diam, pada caranya berpakaian, pada wajahnya
yang polos, dan pada matanya yang sayu..
Dan
saat ini perempuan itu sudah pergi, ia
memutuskan pergi meninggalkanku dan berhenti menungguiku. Ada lelaki lain yang
mencintainya seperti halnya dia mencintaiku. Aku kehilangan dia, sekaligus
kehilangan cintanya.. dan sekarang aku patah hati, patah hati pada hal yang aku
benci sekaligus yang aku sangat aku sayangi, aku hanya terlambat menyadari
perasaan ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar