Kau adalah langit senja yg selalu tampak mengagumkan bagiku.
Kau indah
sangat teramat indah dimataku.
Kau tahu? aku seperti matahari senja yg
selalu mencoba menghangatkan mu dengan sinarku.
Kulewati sepanjang
hariku tanpa lelah hanya untuk berjumpa denganmu.
Tapi kau tetap saja
selalu mengangkuhkan diri tak pernah mau melihatku.
Kau terlalu sibuk
mengagumi bulan, bulan yg mampu membuatmu merasa nyaman oleh sinarnya..
ah kenapa aku tak memiliki sinar seperti itu, aku hanya memiliki sinar
yg kurasa mampu membuatmu merasa hangat. .
Sampai suatu hari, aku mulai bosan dengan keadaan ini.
Bertahun
tahun aku menunggumu menyambut sinarku, tapi tak pernah terjadi.
Aku
jatuh karena keputus asaan.
Semuanya menjadi gelap, gelap sekali.
Dalam
keputus asaanku aku masih tetap bertahan.
Walau kutau bertahan untukmu hanyalah sia_sia.
Kutetap bertahan meski harus merapuh dengan sukarela..
hanya karenamu akan merasa berartii...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar