Senin, 31 Oktober 2016

Tiada Gelap



Senja menjatuhkan magentanya pada malam
Malam katanya gelap, tuan!
Tidak, malam tidaklah gelap
Ucapku pada bayangan pohon diujung jalan sana
Malam hanya kekurangan cahaya
Matahari?

Tasikmalaya, 2016

Kau Bukan Seorang Pembunuhkan ?



Ruang ini teramat luas bagi kita
Membuat kita beranggapan bahwa jarak ini memisahkan.
Tapi, kenyataannya tidak seperti itu bukan
Mentari bersinar dengan waktu yang sama
Kenyataannya tak ada yang memisahkan kita
Tidak jarak
Tidak keadaan
Tidak pula waktu
Kenyataannya kita selalu bersama
Pada seriap detiknya kita tetap bersingungan
Meski tak pernah bersentuhan
Hanya sementara.
Esok lusa adalah hari rabu.
Dan kita akan segera bertemu
atau mungkin bercumbu diatas pohon jambu
mungkin kau pun tau
aku selalu menunggu mu dipelataran rumah
dengan senyum yang tak pernah layu.
Jangan lupa pulang.
Jika lupa.. artinya kau seorang pembunuh
Ya, kau membunuh ku dipertungguan ini.
Besok adalah hari minggu
Aku tau kau akan datang menjemputku yang tengah menunggu.

Tasikmalaya, 21 okt 2016
10:16 PM

Minggu, 28 Agustus 2016

Adakah Tuan..



Adakah tuan sedang menungguku diujung jalan ?
Jalan terasa begitu sepi
Aku tak ingin berjalan sendiri..
Seperti udara di dini hari yang dingin
Ini terlalu sulit untuk dilewati seorang diri
Daun pohon jatuh ditiup angin..
Adakah tuan dapat memegang tanganku ?
Aku tak ingin jatuh
Terjerembab dilantai yang amat hitam nan dingin
Tuan,
Matahari begitu terik
Aku takan mampu melewatinya tanpa
Secangkir senyuman yang biasa kau buat
Seperti halnya menu sarapan pagi yang sesuai selera
Adakah tuan dapat berjanji ?
Akan ada disampingku
Aku tau jalanan tak selalu mudah
Jua tak selalu sukar
Tapi
Hari dimana aku bersedia
Menjadi puan bagi tuan
Apapun jalanannya
Aku akan tetap ada
Selama tuan tetap memegang tanganku
Layaknya tanah yang tak pernah melepaskan akar
Tuan
Aku tak tau apa yang akan terjadi hari esok
Tapi apapun harinya
Langit tetap ada
Meski tidak selalu biru
Tuan !
Pagi ini burung berkicau riang
Awan beriak dilangit
Adakah tuan bersedia menikmati kopi buatanku ?
Mungkin rasanya sedikit pahit
Karena manis itu
Hanya saat dimana aku berada di samping tuan
Adakah tuan mengingatnya ?

Sesepi ini ?



Hingar



Bingar



Bagai pasar,



Ramai



Tak mendengar



Pohon mati



Barulah sunyi..



Huuh



Sesepi ini ?

Kamis, 21 April 2016

Nyanyian Yang Menenangkan Rindu

Rindu sedang tersedu di pekarangan rumah..
Merahnya semerah darah
Tenanglah sekejap dari segukmu
Dengarlah...
Dengarlah dengan saksama
Ada nyanyian merdu ayah untuk putrinya
Yang mengajaknya pulang di dini hari
Senyum merona tersimpul diwajah..
Gerimis telah lenyap dari pipinya
dan, Rindu berlari meninggalkan sepi


Tasikmalaya, 14 April 2016
1:07Pm

Kamis, 03 Maret 2016

Jangan Mengajari Aku

Jangan mengajari aku berharap..
bahkan sebelum harapan itu datang aku telah khatam mengharapkannya..

Jangan mengajari aku bermimpi..
bahkan sebelum mimpi itu datang aku telah khatam memimpikannya..

Jangan mengajarkan aku tentang berharap dan bermimpi..
sebab, aku telah khatam mengharap dan memimpikannya yang tak pernah kunjung datang..

Kuningan, 7 Februaru 2016

Untukmu yang Terpisahkan Jarak Dariku



Untuk mu yang terpisahkan jarak dariku..
Bersabarlah menimang rindu,
 jarak ini takan lama lagi akan terpangkas

untuk mu yang terhalang oleh keadaan..
bersabarlah menuai benih rindu..
hingga kelak tiba saatnya kita bersua
memanen benih itu dengan melimpah..

untukmu yang aku rindu..
bersabarlah dengan rindu..
takan lama lagi, aku akan memupuskan rindu itu
demi bersua dan melepas segala resah
 jarak dan keadaan takan menyurutkanku..
kita hanya tinggal menghitung hari
menuju pertemuan yang telah kita rindukan itu..

Ciamis, 23 Januari 2016
11.23 am